Home > Renewable Energy Issue > Mengejar Rasio Elektrifikasi 100%

Mengejar Rasio Elektrifikasi 100%

Rasio elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara. Data dari International Energy Agency, rasio elektrifikasi Indonesia hanya sekitar 60%, artinya 40% penduduk Indonesia belum menikmati listrik. Rasio elektrifikasi ini sangat berhubungan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Data dibawah ini pun secara tidak langsung menjelaskan sejauh mana tingkat perekonomian Indonesia, dimana Indonesia termasuk dalam jajaran negara-negara dengan rasio elektrifikasi dibawah rata-rata, bersama dengan beberapa negara di Afrika.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 10.000 MW pun akhirnya menjadi solusi pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun disisi lain, proyek 10.000MW ini sarat akan penggunaan energi fosil (batubara) yang tidak cukup ramah bagi ramah lingkungan. Emisi gas hasil pembakaran boiler berupa CO2 meningkatkan efek rumah kaca yang berujung pada pemanasan global yang efeknya sudah kita rasakan sekarang, ditambah lagi dengan emisi SO2 yang dapat menyebabkan hujan asam dan dapat membuat mobil anda berkarat, tidak cukup dengan dua gas tersebut, partikel-partikel hasil pembakaran boiler pun turut andil dalam menurunkan performa paru-paru dan membuat sesak nafas.

Memang untuk mengantisipasi hal ini, boiler PLTU telah dilengkapi dengan teknologi limestone feeding system yang dirancang untuk menurunkan kadar SO2 dalam gas buang boiler dan juga Electrostatic Precipitator yang berperan untuk menangkap partikel-partikel gas buang sebelum melewati cerobong (stack). Namun keterbatasan teknologi masih belum sanggup untuk menghilangkan 100% emisi-emisi tersebut. Disamping itu, bahan bakar fosil adalah energi yang tidak dapat diperbarui alias terancam punah dalam rentang waktu tertentu.

Namun demikian, kebijakan pemerintah membangun proyek 10.000 MW ini harus kita acungi jempol demi meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.

Anyway, bagi para environmentalist dan masyarakat yang mendukung energi terbarukan, Indonesia masih punya kesempatan untuk membangun pembangkit listrik dengan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, karena 10.000 MW saja belum cukup. Menurut Ketua unit kerja presiden untuk pengawasan dan pengendalian pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto, kebutuhan listrik Indonesia baru akan terpenuhi seluruhnya setelah mencapai 20.000 MW.

Menurut Blue Print Pengelolaan Energi Nasional yang dipublikasikan Department ESDM, potensi energi terbarukan Indonesia cukup besar kapasitasnya, bahkan dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan energi listrik nasional.

Pemanfaatan energi air di Indonesia masih belum dapat dikatakan maksimal, padahal negara ini diberi karunia berupa keberlimpahan aliran sungai dan topografi wilayah yang sangat mendukung untuk dibangun pembangkit listrik tenaga air mulai dari skala mikro (PLTMH) sampai skala PLTA. Secara teknologi pun Indonesia sudah sangat berpengalaman dalam penggunaan energi ini. Namun rasanya Indonesia masih harus belajar banyak dari China yang sukses membangun Three Gorges Dam Hydroelectric Power Plant dengan kapasitas 26,700MW.

Satu hal yang cukup menggembirakan bagi pendukung energi terbarukan, data sementara menyebutkan proyek 10.000 MW tahap II akan menggunakan energi panas bumi sebesar 48% (kompas.com). Lalu bagaimana dengan sumber terbarukan yang lain seperti energi angin, energi surya, energi biomass dan energi gelombang pasang surut? Hal ini tentu menjadi tugas besar bagi pemerintah untuk mengembangkan dan mempersiapkan teknologi energi-energi terbarukan ini untuk kemudian diimplementasikan dalam rangka menghadapi tantangan krisis energi dimasa depan.

Let’s Share the Ideas
Tofan Azhar Hakim

  1. tian
    February 25, 2011 at 1:23 pm

    mau tanya,
    data rasio elektrifikasi diatas tahun brapa ya?
    terima kasih

  2. melissa gultom
    May 4, 2011 at 12:42 pm

    data rasio elektrifikasi per provinsi se indonesia, saya harus cari dimana? terima kasih

  3. April 24, 2012 at 1:13 pm

    Kondisi pembangunan di Indonesia Timur memang memprihantinkan

  4. alex
    May 3, 2013 at 3:51 pm

    mau tanya parameter apa saja untuk menghitung rasio elektrifikasi dan jika bisa disertai formula perhitungannya

  1. November 4, 2010 at 7:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: